tentang yeti
Yeti, dilahirkan ±28 tahun yang lalu di sebuah kota panas di pesisir pantai utara pulau Jawa, tepatnya di Semarang dengan nama Yeti Nugraheni. Anak bungsu dari 4 bersaudara dari pasangan H. Nirtam Akhmad Hidayat dan Hj Naryati Mujtahidah.
Sekarang semua kakaknya sudah menikah dan dikaruniai masing-masing 3 orang anak, jadi sudah punya 9 keponakan loh, * keluarga besar yah ?!* (ceritanya ingin menyusul, mengikuti jejak para kakaknya
biar bisa ngebentuk kesebelasan ditambah satu pelatih)
Masa balita dihabiskannya di sebuah kota sejuk disebelah selatan Jawa Barat tepatnya di Sukabumi. Berbeda masa berbeda pula kota, mungkin itu ungkapan yang tepat baginya karena memasuki masa sekolah dia harus pindah ke sebuah kota yang terkenal dengan sebutan kota kripik, Purwokerto, Jawa Tengah sampai masa SMA dan D1.
Setelah mencoba UMPTN (sekarang SPMB) beberapa kali mencoba masuk ke fakultas kedokteran dan gagal akhirnya terdamparlah ia di kota kembang(sekarang masih kota kembang atau kota sampah yah?!
), Bandung, memasuki masa kuliah di Politeknik ITB (sekarang lepas dari ITB berubah nama menjadi POLBAN = Politeknik Negeri Bandung) mengambil jurusan Teknik Komputer. Oktober tahun 2001 lulus dari Poltek dengan predikat sangat memuaskan, tiga bulan setelahnya diterima kerja di sebuah software house di kota yang sama. Tetapi takdir berkata lain bahwa dia harus kembali ke kampus dan bekerja di sana sampai sekarang.
Tahun 2002 meneruskan sekolahnya di ST INTEN Bandung mengambil Jurusan yang mirip dengan jurusan yang diambilnya sebelumnya, Teknik Informatika. Lulus tahun 2004 dengan predikat sangat memuaskan juga.
Kesibukkannya ditengah-tengah kampus tempat dulu ia berguru tak menguranginya untuk aktif mengikuti organisasi/kegiatan kemasyarakatan. Cita-citanya untuk mengajar dia salurkan di STIE STIMIK PASIM cabang Cimahi sebagai dosen yang tegas tapi tidak pelit nilai 
Dunia maya yang sekarang sangat dekat dengan kehidupannya merupakan teman sekaligus tempat yang sangat baik untuk mengembangkan diri. Beberapa milling list diikuti untuk berkenalan dan menjalin jejaring dan membuka cara berpikir agar lebih baik dan yang pasti tujuan lain adalah untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan sesama.
Lembut, pendiam dan dewasa mungkin sebutan bagi orang yang belum kenal dengannya. Kalau sudah kenal mungkin bisa melihat sisi lain dari dirinya yang....mudah-mudahan lebih baik
.
Jika ada yang menilai lembut karena dia seorang anak perempuan yang sudah dari sononya dibekali sifat dasar itu, tapi dia juga punya sifat keras karena pendidikan keluarga dan bawaan dari sang ayah. Pendiam kalau lagi tidur atau belum kenal tapi kalau sudah kenal rame juga kok. Suka banget sama orang-orang yang bisa membuatnya tersenyum. Kalau mandiri karena tuntutan anak kos yang jauh dari ortu (ini mah terpaksa padahal jauh lebih dewasa
) dan kata temen-temen kakak perempuannya emang lebih terlihat dewasa ade (yeti) dari pada kakaknya
.
Sekarang tuntutan pekerjaan dengan lingkungan yang sebagian besar laki-laki lebih membuatnya teguh dan kuat tapi bukan tomboy loh. Sering begadang untuk mrogram menyelesaikan proyeknya (sambil nonton film yang bagus
) dan ngobrol dengan teman atau adik kelasnya yang tak sedikit ingin ikut menginap di tempat kosanya yang sangat nyaman.
Bisa kenal sama Akh Jefri juga berkat salah satu ade kelasnya yang jadi comblang diantara kami (mudah2an Allah kasih balasan yang terbaik buat kamu ya neng, sebuah rumah di surga loh).
Kata Jefri tentang Yeti [Kenapa dia?]
Buka-buka kriteria wanita idaman yang diharapkan untuk bisa mendampingi hidupnya, ga banyak kok, simple-simple aja :
Dewasa dan Matang à Insya Allah Yeti sosok yang seperti itu [masuk kriteria],
Jujur dan Setia à InsyaAllah kriteria yang ini juga masuk
Qona'ah (mau menerima Jefri dan keluarga apa adanya) à InsyaAllah seperti itu dan sudah terbukti saat dikhitbah bersedia menerima khitbahnya 
Barokallah
« Kembali ke Menu Utama »
Posted at 04:30 pm by ynugraheni
Permalink