tentang jefri
Jefri, terlahir 31 tahun yang lalu di Medan Sumatera Utara dengan nama Jefri Yusuf Gumira. Asli Cirebon Jawa Barat, anak sulung dari 3 bersaudara, pasangan H.R.Indra Gumira dan Hj.Nuripah Abdullah.
Adiknya perempuan semua. Adik yang pertama sudah berkeluarga, dan alhamdulillah telah dikaruniai seorang putri yang lucu (semoga menjadi anak yang sholehah ya nak). Adik bungsunya belum menikah (semoga kiranya Allah berkenan memberinya pendamping hidup yang sholeh), tetapi telah belajar hidup mandiri dengan bekerja disebuah perusahaan untuk menghidupi dirinya.
Masa kecil Jefri dihabiskan di Jakarta sampai kelas 4 SD. Kemudian mengikuti orang tua pindah ke Bekasi sampai sekarang.
Gagal UMPTN, akhirnya diterima masuk ke Universitas Gunadarma (dulu STMIK) mengambil jurusan Manajemen Informatika. Alhamdulillah lulus tepat pada waktunya. Pertama kali bekerja (untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat selama kuliah) di sebuah perusahaan asuransi, tepatnya di Cigna Insurance. Rupanya bekerja diperusahaan tersebut hanya mampu bertahan selama 3 bulan. Kemudian bersama teman, dia berusaha untuk mengembangkan jiwa enterprener di bidang jual beli, service dan rental komputer.
Tahun 2002 jiwa enterprener berkembang dengan bergabung mengelola warnet dan game centre. Tahun 2003 dia melepas usahanya dan bergabung bersama CV Bresta Perkasa sampai sekarang.
Kata orang, Jefri itu orangnya pendiam tapi baik. InsyaAllah sedang dan bercita-cita untuk menjadi seorang yang sholeh. Bisa menjadi Imam bagi keluarganya. Mungkin karunia terbesar sekaligus latihan awal untuk menjadi imam adalah dia dilahirkan menjadi anak sulung yang harapanya bisa jadi tauladan bagi kedua adik-adiknya.
Kenal Yeti dari saudara perempuan yang sekarang sudah jadi ibu juga [mudah-mudahan Allah SWT membalas kebaikanmu].
Kata Yeti tentang Akh Jefri [Knapa dia?]
Pertama kali kenal, dan tau anak pertama, sempet stress juga karena biasanya anak pertama punya ego tinggi karena harus menjadi tauladan untuk adik-adiknya. Sedangkan Yeti anak bungsu yang dekat dengan status manja dan ego tinggi juga (ga mau kalah ato mengalah). Repot kan kalo sama-sama punya ego tinggi. Tapi alhamdulillah dan insyaAllah engga ego banget ya Akh?
.
Saat berta'aruf lewat telepon (belum ketemu langsung) membayangkan dari suaranya sepertinya orangnya galak dan keras [deuh suudzon nih, af1 Akh, tapi sekarang penilaian seperti itu sudah ilang karena tak terbukti]. Saat pertama kali bertemu ternyata pendiam, cool dan misterius gitu deh…[Wah… kok sama yah sifat dasarnya
]
Setelah mengkhitbah deuh…. Sepertinya "anak mamah" deh
soalnya yang sering telepon menanyakan persiapan pernikahan dan mengambil keputusan untuk acara tersebut sang mamah, tapi denger dulu alasannya…selain untuk tetap menjaga hijab, juga agar Yeti bisa lebih dekat sama mamahnya (camer).
Akhirnya sampai menganggukkan kepala saat ditanya apakah diterima khitbahnya Akh Jefri? Karena beliau adalah laki-laki pertama yang berani menunjukkan keseriusannya untuk datang mengkhitbah meski baru bertemu sekali. Meski Akh Jefri adalah laki-laki asing bagi Yeti, tapi insyaAllah dengan berbekal keyakinan di hati jawaban dari hasil istiharoh yang dilakukan sampai beberapa kali, kebahagiaannya bersama Akh Jefri (yang kelakakan menjadi suaminya, insyaAllah) adalah lebih besar dibanding kebahagiaannya bersama orang lain. Akh Jefri adalah anugrah terindah yang Allah berikan padanya yang bisa membuatnya menjadi wanita yang bahagia didunia ini dan insyaAllah akhirat nanti. Dia yakin Akh Jefri bisa jadi imam buatnya dan keluarga yang akan dibentuknya dan dia yakin bahwa Akh Jefri bisa jadi peneguhnya dan bisa jadi sandaranya. Dan yang paling penting, dia yakin dia bisa jadi istri yang terbaik untuknya.
Amin.
Semoga semua harapan dan cita-cita kita bisa tercapai ya, Akh. Insya Allah....
« Kembali ke Menu Utama »
Posted at 04:31 pm by ynugraheni
Permalink